Jumat, 25 Oktober 2013

AIR MENGALIR SAMPAI “DAPUR”

Perempuan dan anak-anaklah yang paling menderita dan merasakan kesulitan ketika air bersih langka diperoleh. Lebih-lebih kalau sumbernya jauh dari pemukiman. Itulah sebabnya kelompok perempuan Desa Bantingmurung, Kecamatan Tondong Tallasa, Kabupaten Pangkep, kukuh mempertahankan usulan priotasnya, yakni Pengadaan Air Bersih Perpipaan 

Kekurangan air bersih, menghabiskan waktu dan tenaga yang cukup untuk mendapatkannya. Kekurangan air bersih juga mempengaruhi perilaku tidak sehat. Untuk mendapatkan air bersih, terutama pada musim kemarau, perempuan dan anak-anak di desa ini, berjalan kaki ke lokasi sumber air yang ada di perbukitan lebih kurang 2 Km, jarak yang cukup jauh.

Di penghujung tahun 2012 lalu, masyarakat merampungkan pembangunan perpipaan gravitasi air bersih, usulan perempuan di desa ini. PNPM Mandiri Perdesaan memberikan bantuan sebesar Rp.245.000.000 , Swadaya masyarakat Rp.2.082.000 juta.

Dana tersebut digunakan untuk membangun jaringan perpipaan sepanjang 2700 meter, dengan menggunakan pipa galvanis. Tiga buah bak penampungan dan distribusi berkapasitas masing-masing 3300 liter. Kini penduduk desa sudah tidak sulit lagi mendapatkan air bersih. Bahkan air sudah mengalir sampai “dapur”
Tim Pemelihara juga sudah dibentuk. Belum jelas arah untuk  mengatur pemanfaatan dan pemeliharaannya. Kepala Desa perlu segera menyusun Perdes Tentang pemanfaatan dan pelestariannya untuk menjamin air mengalir terus sampai “dapur”. 



(Dikumpulkan dan ditulis oleh : FK, FT dan Faskab)

0 komentar:

Posting Komentar