Perempuan dan
anak-anaklah yang paling menderita dan merasakan kesulitan ketika air bersih
langka diperoleh. Lebih-lebih kalau sumbernya jauh dari pemukiman. Itulah
sebabnya kelompok perempuan Desa Bantingmurung, Kecamatan Tondong Tallasa,
Kabupaten Pangkep, kukuh mempertahankan usulan priotasnya, yakni Pengadaan
Air Bersih Perpipaan
Kekurangan air bersih, menghabiskan waktu dan tenaga yang cukup untuk
mendapatkannya. Kekurangan
air bersih juga mempengaruhi perilaku tidak sehat. Untuk mendapatkan air bersih,
terutama pada musim kemarau, perempuan dan anak-anak di desa ini, berjalan kaki
ke lokasi sumber air yang ada di
perbukitan lebih kurang 2 Km, jarak yang cukup jauh.
Di penghujung
tahun 2012 lalu, masyarakat merampungkan pembangunan perpipaan gravitasi air bersih, usulan perempuan di desa ini. PNPM Mandiri
Perdesaan memberikan bantuan sebesar Rp.245.000.000 , Swadaya masyarakat Rp.2.082.000 juta.
Dana tersebut
digunakan untuk membangun jaringan
perpipaan sepanjang 2700 meter, dengan menggunakan pipa galvanis. Tiga buah bak
penampungan dan distribusi berkapasitas masing-masing 3300 liter. Kini penduduk
desa sudah tidak sulit lagi
mendapatkan air bersih. Bahkan air sudah mengalir sampai “dapur”
Tim Pemelihara juga sudah dibentuk. Belum
jelas arah untuk mengatur pemanfaatan dan pemeliharaannya. Kepala
Desa perlu segera menyusun Perdes Tentang pemanfaatan dan pelestariannya untuk
menjamin air mengalir terus sampai “dapur”.
(Dikumpulkan dan
ditulis oleh : FK, FT dan Faskab)







0 komentar:
Posting Komentar